1. Tuliskan lagu
dan cerita pendek yang berkaitan dengan cinta kasih !
Jawab :
Lagu :
Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah) - Ada Band
Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu
Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak
Reff:
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu
Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati
Kembali ke: Reff
Cerita Pendek :
Pengorbanan
Sahabat Sejati
Hari ini adalah hari ulang tahun sahabatku, “acep”. Dia, terlihat bahagia
karena orang tuanya memberinya hadiah yang indah. Sedangkan, teman-teman juga
memberinya banyak hadiah.Tapi, diulang tahunnya kali ini aku tidak bisa
memberinya apa-apa. Karena, keluargaku sekarang sedang kesulitan ekonomi. Aku
berharap agar acep mengerti keadaanku sekarang.Dan, ternyata acep mengerti
keadaan ku sekarang. acep memang sahabat yang paling baik yang pernah aku
miliki.
Beberapa hari kemudian, acep pun jatuh sakit. Aku ingin menjenguknya di rumah
sakit. Sesampainya di rumah sakit, ibu acep berkata, “acep sakit parah dan
kemungkinan sudah tidak ada harapan untuk hidup lebih lama”. Dia terserang
penyakit yang sangat parah dan tidak ada kemungkinan untuk sembuh. Satu persatu
organ tubuhnya rusak dan butuh donor yang cocok untuknya.
Aku pun sedih melihat sahabat ku harus menanggung sakitnya sendiri. Aku mencoba
untuk pergi ke laboratorium untuk tes apakah organ tubuh ku cocok untuk acep.
Aku ingin melihat sahabat ku hidup sehat dan bahagia seperti dulu lagi. Aku
mencoba membantunya sebisa yang aku bisa.
Tenyata, hasil tesnya cocok dan aku meminta izin kepada ibu untuk mendonorkan
organ tubuh ku pada acep. Tapi, ibu tidak menyetujui keputusan ku, karna ibu
tidak ingin apabila nanti akibatnya terjadi padaku. Karena ibu sangat sayang
padaku dan tidak ingin terjadi apa-apa dengan ku. Tapi, aku sangat ingin
mendonorkan organ tubuh ku pada acep. Aku berusaha meyakinkan ibu agar ibu
menyetujui keputusan ku.Dan akhirnya, ibu mengerti betapa acep sangat
membutuhkan donor itu. Tapi, ibu juga kelihatan kurang ikhlas. ”Tapi, ini demi
acep bu...” ucapku. ”iya nak ibu mengerti perasaan mu. Tapi apakah tidak bisa
menggunakan cara yang lain nak...??” jawab ibu. ”Ayolah bu...!!” ucapku.
”Yaudah, terserah padamu ibu sudah mengingatkan mu pokoknya..” jawab ibu.
Setelah mendapat persetujuan ibu, keesokan harinya pun aku langsung
diperbolehkan untuk pergi operasi. Alhamdulillah, operasi berjalan lancar dan
selamat. Organ tubuh ku sekarang berada di dalam tubuh acep. Kami, berdua
merasa senang karena operasinya lancar.Satu hari, dua hari, rasanya badan masih
terasa sehat. Tapi lama kelamaan badan semakin hari semakin lemas dan sering
juga sakit. ”Apakah ini akibat dari operasi kemarin..??” tanyaku dalam hati.
Akhirnya aku harus menanggung hidup ku di atas kursi roda,karena aku sudah
tidak sanggup lagi untuk berjalan.
Hari demi hari telah berganti, aku sudah mulai beranjak remaja. Sekarang aku
sudah bersama dengan orang yang menyayangiku, yaitu “annisa”. annisa sangat
sayang padaku dan aku pun juga sangat sayang padanya. Tapi, disisi lain acep
juga mencintai annisa. Aku pun bingung di antara dua pilihan. Disisi lain aku
sayang dan mencintai annisa tapi, disisi lain juga aku sangat sayang dan merasa
kasihan pada acep.
Akhirnya, aku putuskan untuk merelakan annisa bersama acep. Tapi, annisa
membantah keputusan ku. ”nis...kamu sayang sama aku kan..?? kalau kamu sayang
sama aku kamu harus mau sama acep ya..??” ucapku pada annisa. ”Tapi deni, aku
sangat mencintaimu, aku gak bisa bohongi perasaan ku. Aku sangat sayang sama
kamu, aku sudah terlanjur jatuh cinta sama kamu..” jawab annisa. ”annisa, aku
ini punya penyakit yang parah..aku juga tidak bisa membebankan kamu untuk
mendorong aku terus.. lebih baik kamu sama acep ya. Dia ganteng, dia pintar,
dia baik hati juga.” sambung ku. (annisa memegang kedua tangan deni) ”deni,
walaupun kamu sakit, aku tetap sayang padamu. Aku cinta kamu apa adanya.
Sungguh, aku ndak bohong..!!” jawab annisa. “udahlah annisa...Kamu sama acep
aja..” Jawab ku.
Aku pun pergi meninggalkan annisa dengan menangis. ”annisa, maafkan aku.
Sesungguhnya aku juga tidak ingin kamu bersama dengan acep. Tapi, ini demi
acep...” Ucap ku dalam hati."deni...,deniiiiii kamu mau kemana..” teriak
annisa. ”Baiklah jika ini mau mu. Aku akan turuti mau mu. Tapi dengarkan aku
deni, aku akan tetap sayang padamu..” sambung annisa.
Keesokan harinya, annisa pun menyatakan cintanya pada acep dihadapan ku. Aku
pun senang walaupun hatiku sangat sakit dan sakit. Aku pun mengatakan selamat
kepada mereka berdua. Wajah ku terlihat bahagia padahal hatiku menangis. Hatiku
menangis tak masalah buat ku, yang penting sahabat ku bahagia.
Hari demi hari berganti, aku pun terus belajar mulai dari pelajaran yang aku
terima di sekolah karena sebentar lagi ujian kelulusan. Aku berjanji akan
melupakan kejadian yang telah berlalu.
Setiap acep meminta bantuan selalu aku bantu karena, aku tidak ingin dia merasa
sedih. Aku ingin acep selalu bahagia walaupun nyawa taruhannya. Tapi, megapa acep
tidak pernah membantu ku sejak dia bersama annisa. Seakan-akan dia sudah lupa
sama sahabatnya sendiri. Saat aku terjatuh acep seakan-akan tidak mengerti
bahwa aku terjatuh. Tapi itu sudah aku anggap sebagai cobaan dalam
persahabatan.
Setahun telah berlalu. Aku sudah lulus dari SMP. Tapi, sayangya aku tidak bisa
melanjutkan sekolahku ke tingkat yang lebih tinggi. Karena sakit ku kini makin
parah. Semenjak aku mendonorkan organ tubuhku, aku menjadi sakit sakitan. Kini
yang aku bisa hanya mengurung diri di dalam rumah dan tidak pernah keluar
rumah. annisa pun selalu memberiku semangat untuk sembuh. Tapi, rasanya sudah
tidak mungkin lagi untuk aku sembuh.Dua tahun berlalu. deni pun meninggal
dunia. annisa pun menangis menyesali kenapa dia harus menuruti kemauan deni
dulu. “Seandainya aku sekarang bersama deni, Aku akan coba membuat dia bahagia
di akhir hidupnya. Tapi, kini sudah terlambat bagi ku untuk melakukan itu” ujar
annisa dalam hati.
acep pun juga menyesal. ”seharusnya aku tidak menerima organ tubuhnya dulu”
ucap acep. ”Seharusnya aku yang ada di dalam sini, bukan kamu den... Maafkan
aku ya deni, seandainya aku tidak menerima donor tubuhmu, kamu tidak akan
seperti ini. Aku sangat benci pada diriku sendiri.., maafkan aku ya deni..”
sambung acep.“Sudahlah acep.. Kita tidak boleh menyesali kepergiannya. Ini
sudah rencana-Nya yang di atas, syukuri saja apa yang terjadi” Jawab annisa.
Akhirnya, acep menyadari ini sudah jalan hidup deni. acep hanya bisa mendo’akan
deni disana.“Terima kasih deni.. Atas pengorbananmu, aku dapat hidup bahagia.
Sekali lagi, terima kasih” Ucap acep..
Selesai,,,,
2. Cari macam-macam keindahan dalam bentuk
karya seni! Berikan 3 contoh !
SENI LUKIS
SENI UKIR
SENI TARI